Kamis, 12 September 2013

Tutorial Installasi MySQL

Kita download dulu program MySQL'nya.
Ketika mendownload pilih yang Windows MSI Installer versi GA (Generally Available) Release.
Setelah download selesai double klik file tersebut untuk memulai penginstalasian.

Klik Next untuk melanjutkan penginstalasian.

Silahkan dibaca dan disimak surat perjanjian bila anda setuju dengan isi surat perjajian tersebut tanda "I accept the terms in the License Agrement" kemudian klik Next.

Pilih "Custom" untuk tipe penginstalasian.

Klik "Browse" untuk mengubah folder tujuan penginstalasian.

"Look in" tujukan ke C:\Apache, kemudian buat sebuah folder dengan nama "mysql" atau bisa juga langsung mengetikkan "C:\Apache\mysql\" didalam "Folder name" kemudian klik OK.

Setelah kita membuat foldernya maka akan terlihat seperti gambar diatas. Masih ada kesempatan untuh mengubah seandainya masih ada yang kurang tepat, tapi jika semua sudah beres dan anda sudah yakin klik Next.

Klik Install untuk mulai menginstal MySQL. Tunggu hingga proses penginstalasian selesai.
Berikutnya akan muncul 2 jendela tentang MySQL Enterprise klik More untuk mengetahui lebih lanjut atau klik Next untuk melanjutkan penginstalasian.

Tandai Launch the MySQL Instance Configuration Wizard kemudian klik Finish.

Klik Next,

Pilih Detailed Configuration, kemudian Next.

Pilih Develover Machine, kemudian Next.

Tandai Multifunctional Database, kemudian Next.

Biarkan saja tanpa perubahan, klik Next.

Pilih Decision Support DSS/OLAP untuk membatasi koneksi, klik Next

Tandai Enable TCP/IP Networking dan Enable Strict Mode, kemudian Next.

Pilih Best Support For Multilingualism, klik Next.

Tandai Install As Windows Service. Untuk Servise Name sesuaikan dengan Versi MySQL anda. Tandai Include Bin Directory In Windows PATH agar kita bisa langsung mengakses MySQL dari Command prompt. Klik Next untuk melanjutkan.

Pilih Modify Security Settings, kemudian isikan password. Password ini adalah yang akan kita gunakan nantinya setiap kali mengakses MySQL, jadi jika anda pelupa sebaiknya tulis pasword tersebut di Notepad dan simpan dengan nama "MySQL password" selanjutnya tandai "Enable root access from remote machine", klik Next.

Klik Execute untuk memproses segala pengaturan yang telah kita buat.

Setelah semua berjalan dengan baik maka akan tampil seperti gambar diatas, klik Finish untuk keluar dari penginstalasian.
Untuk mengetahui bahwa MySQL ini sudah bekerja dengan baik buka Command prompt. Klik Start > Run – ketik "cmd" kemudian "Enter" ketik:
mysql -u root -p
Kemudian "Enter" dan masukkan password yang kita masukkan ketika menginstal MySQL dan "Enter". Maka selanjutnya akan tampil seperti berikut ini, berarti MySQL sudah berjalan dengan baik. Sorry nama saya sengaja di coret karena tidak ingin terkenal.

Ketik "\q" untuk keluar dari MySQL dan kemudian "exit" untuk keluar dari Command prompt.
Selanjutnya agar MySQL terhubung dengan Server dan PHP maka kita harus mengedit kembali file konfigurasi.
Buka file pengaturan PHP "C:\Apache\php\php.ini" di bawah Dynamic Extensions cari kedua extension di bawah ini:
;extension=php_mysql.dll
;extension=php_mysqli.dll
Aktifkan kedua extension tersebut dengan cara menghapus titik koma ";" yang berada di depannya:
extension=php_mysql.dll
extension=php_mysqli.dll
Simpan file tersebut kemudian Restart Server.
Buka Notepad kemudian salin kode berikut, setelah mengisikan MySQL password anda, simpan file tersebut ke "D:\My Websites" dengan nama "index.php"
<?php
$dbServer='localhost';
$dbUser='root';
$dbPass='xxxxx'; //Ganti xxxxx dengan password MySQL anda.
$dbName='test';
$link = mysql_connect("$dbServer", "$dbUser", "$dbPass") or die("Koneksi ke server gagal");
print "<h1>Koneksi ke MySQL berhasil!!!</h1>";
mysql_select_db("$dbName") or die("Database tidak ditemukan");
print "<h2>Koneksi ke Database berhasil!!!</h2>";
mysql_close($link);
?>
Kemudian buka browser, di address bar ketikkan "http://localhost/" kemudian "Enter."
Jika bekerja dengan baik maka akan tampil seperti berikut:

Tutorial Installasi PHP


Pertama-tama kita download dulu PHPnya.
kemudian buat sebuah folder di “C:\Apache” dengan nama “php” sehingga menjadi C:\Apache\php, kemudian dengan menggunakan winzip atau winnar ekstrak file yang telah kita download ke dalam folder tersebut.
Kemudian di dalam folder php cari file “php.ini-dist” untuk PHP versi 5.3.+ gunakan “php.ini-production” karena pengaturan tersebut merupakan pengaturan standar, baik untuk kecepatan maupun keamanan.
Ganti namanya menjadi “php.ini” double klik untuk membuka file tersebut dan cari baris seperti berikut:
doc_root =
supaya lebih cepat, di menu notepad klik “edit” kemudian “find” masukkan “doc_root” klik find. Kemudian masukkan folder website yang telah kita buat sebelumnya sehingga menjadi:
doc_root ="D:\My Websites"
Kemudian cari baris berikutnya:
; extension_dir = "ext"
Isikan sehingga menjadi:
extension_dir = "C:\Apache\php\ext"
Agar PHP terhubung dengan server maka kita harus mengedit file configurasi Apache Server yang berada di “C:\Apache\conf\httpd.conf” buka file tersebut kemudian cari baris seperti dibawah ini:
<IfModule dir_module>
DirectoryIndex index.html
</IfModule>
Tambahkan index.php dengan dibatasi oleh sebuah spasi sehingga menjadi:
<IfModule dir_module>
DirectoryIndex index.html index.php
</IfModule>






Kemudian tambahkan yang berikut ini diantara <IfModule mime_module> dan </IfModule>, sehingga menjadi seperti pada gambar dibawah:
ScriptAlias /php/ "C:/Apache/php/"
AddType application/x-httpd-php .php .php5
Action application/x-httpd-php "/php/php-cgi.exe"
SetEnv PHPRC "C:/Apache/php"
 
 
 
 
 
Diakhir dari file httpd.conf tersebut tambahkan yang berikut ini:
PHPIniDir "C:/Apache/php/"
LoadModule php5_module "C:/Apache/php/php5apache2_2.dll" 
 
 
 
 
 Simpan file tersebut, kemudian Restart server.
Agar Windows dapat mengetahui lokasi file system dan konfigurasi dari PHP maka kita harus menambahkan lokasi dari directory PHP tersebut.
Sebenarnya kita bisa saja memindahkan file 2x tersebut ke folder Windows atau System32, tapi tentu akan jadi rumit ketika kita ingin meng-upgrade php tersebut yang ujung-ujungnya malah system Windows kita yang rusak.
Jadi jalan terbaiknya adalah dengan memasukkan path atau lokasi php kita ke System Windows. Ikuti langkah-langkah berikut:
Buka “System Properties” dengan cara mengklik kanan “My Computer” pilih “Properties”
















 
Kemudian pilih tab “Advanced” kemudian klik “Environment Variables”

















Di dalam “System Variables” cari variable yang bernama “Path” klik edit atau double klik untuk mengedit.








Setelah Edit System Variable terbuka di dalam “Variable value” tambahkan “C:\Apache\php” dengan dibatasi oleh tanda titik koma “;” klik OK.
Secara standart PHP akan menggunakan System Temp sebagai temporary folder. Saya pernah mengalami script yang tidak bekerja setelah saya mengosongkan Windows Temp folder. Jadi agar hal ini tidak terjadi kita akan membuat temporary folder di dalam folder Apache.
Pertama buat sebuah folder di “C:\Apache” dengan nama “temp” di dalam folder “temp” tersebut buat dua buah folder dengan nama “upload” dan “session” sehingga kita akan memiliki dua buah folder baru:
“C:\Apache\temp\upload”
“C:\Apache\temp\session”
Kemudian buka file pengaturan PHP “C:\Apache\php\php.ini” cari baris seperti yang ada di bawah ini:
;upload_tmp_dir =
Isikan sehingga menjadi:
upload_tmp_dir="C:\Apache\temp\upload"
Selanjutnya cari kembali:
;session.save_path = "/tmp"
Isikan sehingga menjadi:
session.save_path="C:\Apache\temp\session"
Agar system dapat membaca semua perubahan ini, Komputer kita harus di “Restart.”
Setelah komputer direstart sekarang kita akan menguji apakah server dan php telah terhubung dengan baik, buka notepad kemudian masukkan kode berikut ini:
<?php
phpinfo();
?>
Simpan file tersebut ke D:\My Websites dengan nama “index.php” jangan lupa ketika menyimpannya ganti save as type-nya dengan “all files” karena jika tidak maka filenya nanti akan menjadi “index.php.txt”
Hapus file “index.html”jika masih ada di dalam folder tersebut.
Kemudian buka browser ketik di address bar “localhost” atau “http//localhost/”
Jika browser menampilkan seperti gambar berikut ini berarti PHP telah terhubung ke Server dengan baik.


Tutorial Installasi Apache HTTP Server

Selamat pagi (di jam saya maksudnya) saudara-saudara sekalian. Hari ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan installasi apache untuk windows 7. Pertama-tama yang harus kita siapkan terlebih dahulu adalah laptop tentunya, modem internet, dan installer apache. Bila kita belum mempunyai installernya bisa kita download di website apachenya langsung. Saudara bisa melihat gambar di bawah :








1. Setelah selesai didownload, langsung saja double-click installer apachenya. Dan akan muncul window baru seperti yang ada pada gambar di bawah dan pilih saja next.













2. Pilih yang "I accept the terms in the lisense agreement" kemudian klik next.













3. Saudara bisa membaca penjelasan dan petunjuk tentang Apache Server, kemudian klik next.













4. Selanjutnya isikan dengan data seperti berikut ini:
    Network Domain : localhost
    Server Name       : localhost
    Administrator’s Email Address : admin@localhost
    Tandai "for all user, on port 80, as a Service" kemudian klik next.













5. Pilih "Typical" kemudian next lagi untuk melanjutkan penginstallan.













6. Jika kalian ingin melakukan pemindahan folder penginstallan Apache, bisa klik tombol change dan pilih drive mana yang saudara inginkan. Tapi terlebih dahulu kita membuat folder di drive yang akan saudara pilih agar semua file yang diinstall masuk dalam 1 folder.














7. Kemudian klik install untuk melanjutkannya.














8. Dan proses pun akan berjalan, saudara bisa menunggu sejenak sampai proses penginstallan selesai.














9. Tunggu beberapa saat, setelah selesai klik "Finish" Apache Server siap digunakan.













Sebuah icon akan tampil di system tray seperti pada gambar dibawah ini. Dengan mengklik kiri icon ini, kita dapat menghentikan (stop), memulai (start) dan memulai kembali (restart) Apache Server.














Untuk mengetahui bekerja tidaknya Apache Server tersebut buka browser dan ketikkan di address bar "localhost" atau "http://localhost/"
Jika yang ditampilkan adalah seperti gambar berikut ini berarti Apache Server tersebut telah bekerja dengan baik